KISAH BILAL BIN RABAH, ORANG PERTAMA YANG MENGUMANDANGKAN ADZAN
Bilal bin Rabah merupakan budah berkulit hitam yang lahir di daerah As-Sarah. Ayahnya bernama Rabah dan ibunya bernama Hamamah. ketika ayahnya meninggal, ia diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf yang merupakan tokoh pnting kaum kafir dari kaum Quraisy.
Bilal bin Rabah hidup di masa jahiliyah yang dimana mereka semua masih menyembah berhala. Hingga suatu hari Bilal mendengar agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Orang-orang Makkah banyak yang membicarakannya, bahkan Umayyah bin Khalaf juga membicarakannya. banyak orang yang membenci Nabi Muhammad SAW., tetapi tidak sedikit yang kagum dengan kemuliaannya.
Kebencian kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad SAW membuat Bilal yakin bahwa agama yang diajarkan Rasulullah adalah benar. Hingga suatu hari ia mendatangi Rasulullah dan menyatakan dirinya masuk islam.
Umayyah bin Khalaf yang mendengar berita bahwa Bilal masuk Islam pun sangat marah. Ia menyiksa Bilal dan memaksa Bilal untuk kembali menyembah berhala. Namun, Bilal menolak dan ia tetap mempertahankan keimanannya.
Hingga suatu hari Abu Bakar as-Sidiq mendengar berita tentan penyiksaan Bilal. Ia pun memberi Umayyah emas untuk membebaskan Bilal. Setelah bebas, Bilal pun mengabdikan dirinya kepada Allah SWT. dan Rasulullah.
Saat Rasul hijarah ke Madinah, Bilal pun ikut bersama Rasul. ketika masjid Nabawi selesai dibangun, Nabi menunjuk Bilal untuk mengumandangkan adzan pertama kalinya. Bilal pun akhirnya mendapat julukan sebagai Muadzin ar-Rasul.
Saat Rasul wafat, Bilal pun bertugas untuk mengumandangkan adzan. Ketika Bilal sapai pada kalimat "Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)" ia menangis. Bilal sangat sedih ditinggal oleh manusia yang paling ia cintai.
Semenjak kepergian Rasul, Bilal hanya mampu mengumandangkan adzan selama 3 hari. ia akan langsung menangis ketika sampai pada kalimat "Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaahi". Ia pun mendatangi Abu Bakar untuk meminta izin tidak mengumandangkan adzan lagi karena ia tidak sanggup. Abu Bakar pun menyetujui permohonan Bilal.
Bilal pun meninggal di Damaskus pada 20 H. Jasadnya dimakamkan di sana, tetapi ada riwayat yang menyebutkan bahwa jasadnya dimakamkan di wilayah Halb.

Komentar
Posting Komentar